Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah 2 Lantai yang Minimalis

Beberapa orang masih bingung ketika menghitung biaya bangun rumah 2 lantai. Pada dasarnya perhitungan ini bisa dilakukan jika membagi bagian-bagian yang penting saja. Contohnya seperti biaya tukang, biaya konstruksi dan biaya material, semua pasti memiliki perhitungannya sendiri.

Kamu sebagai calon pemilik rumah harus tahu, anggaran yang diperlukan untuk mendirikannya. Anggaran jadi salah satu faktor terpenting untuk membangun rumah. Tanpa mengetahui hal itu, kamu akan merasa kesulitan untuk membagi biaya yang diperlukan untuk membangun.

Bahkan tanpa adanya perhitungan, kamu juga bisa mengalami kerugian akibat pembengkakan biaya. Oleh sebab itu biaya bangun rumah 2 lantai jadi salah satu aspek yang harus diutamakan. Selain untuk mengetahui biayanya, kamu juga dapat menentukan anggaran yang harus dipakai.

Untuk membangun rumah 2 lantai, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Namun di sisi lain, kamu juga harus tahu mengapa rumah 2 lantai jadi opsi terbaik untuk mendirikan tempat tinggal. Apalagi untuk rumah 2 lantai minimalis, pasti ada banyak hal penting yang bisa kamu ketahui.

Tentukan Anggaran untuk Rumah 2 Lantai Minimalis

Sebelum mendirikan rumah, pastikan kamu persiapkan terlebih dulu anggarannya. Total dana anggaranmu harus melebihi biaya perkiraan pembangunan rumah. Alasannya agar kamu dapat menghindari pembengkakan dan memiliki dana cadangan untuk menutupi kekurangannya.

Anggaran ini dapat ditentukan dari perkiraan biaya bangun rumah 2 lantai yang minimalis. Kamu bisa meminta saran kontraktor atau arsitek dalam perencanaan anggaran. Biasanya orang yang sudah ahli dapat memperkirakan biaya pembangunan berdasarkan ukuran luas bangunan.

Biaya pondasi, tiang, lantai, struktur rumah 2 lantai hingga bagian lainnya pasti bisa diperkirakan. Jadi, bagi kamu yang memiliki teman arsitek atau kondektur sebaiknya konsultasikan dulu rumah dan anggarannya. Hal ini akan membantumu untuk memperkirakan anggaran bangun rumah.

Selain anggaran, masih ada aspek lain yang perlu diketahui seperti desain dan luas bangunan. Di setiap pembangunan, kedua hal itu pasti jadi aspek yang penting. Luas tanah bangunan, anggaran dan desain tidak akan pernah terpisahkan karena ketiganya jadi komponen terpenting.

Cara Menentukan Ide dan Desain Rumah 2 Lantai

Desain perlu dipertimbangkan sebelum menghitung biaya pondasi berdasarkan luas tanahnya. Biaya bangun rumah 2 lantai juga bisa kamu ketahui setelah merancang desainnya terlebih dulu. Rumah dengan desain minimalis biasanya menampilkan bentuk yang sederhana dari luar.

Namun di bagian dalam atau interiornya, kamu bisa memodifikasinya sebagus mungkin. Ketika membuat desain, kamu harus lihat lingkungan di sekitar. Buatlah desain yang sesuai dengan data demografi dan geografi sekitar agar nyaman saat dihuni bersama keluarga besar.

Jika perlu kamu bisa mencari ide rumah 2 lantai minimalis di internet. Di sana banyak desain yang bagus, sehingga kamu bisa lebih terinspirasi untuk memiliki rumah 2 lantai. Setelah menemukan desain yang tepat, konsultasikan ide tersebut bersama kontraktor atau arsitek.

Sesuaikan anggaran dengan desainnya agar bisa memenuhi kuota yang dibutuhkan. Material juga menjadi aspek penting untuk menciptakan hunian yang nyaman dan kokoh. Jangan lupa untuk menghitung biaya pondasi berdasarkan luas bangunan dan material yang digunakan.

Biaya Bangun Rumah 2 Lantai dari Jenis Pondasinya

Perhitungan pondasi bisa dilakukan dengan melihat biaya yang diperlukan per meter kubiknya. Jika biayanya 800 ribu/0,24 meter dan dibangun di luas tanah 20 meter. Maka hasilnya adalah 3,840 juta untuk pondasinya saja karena dihitung berdasarkan simulasi tersebut.

Untuk bangunan rumah 2 lantai, pondasi yang umumnya digunakan di antaranya :

  1. Pondasi Rumah Tapak

Untuk mendirikan rumah 2 lantai, pondasi ini sangat kuat dan direkomendasikan. Bentuknya bertulang di bagian bawah kolom yang luas dan memiliki tinggi di atas anchor pada umumnya. Pondasi ini kuat karena memiliki kaki yang datar dan biaya bangun rumah 2 lantai murah.

  1. Pondasi Rumah Tiang Pancang

Pondasi kuat lain yang dapat digunakan adalah tiang pancang. Kualitasnya dapat dilihat dari mutu beton dan tiang pancang penyangganya. Kekuatannya dapat menyerap benturan dan sanggup menahan berat seperti lantai 2 karena mutu betonnya sangat bagus.

  1. Pondasi Rumah Umpak

Terakhir ada pondasi rumah umpak yang dapat menahan guncangan di area pegunungan. Ini jadi pondasi terbaik rumah 2 lantai di daerah dataran tinggi. Posisi umpak diletakkan di area permukaan tanah yang dikeraskan dengan batu kali sehingga membuatnya lebih kokoh.

Cara Menghitung Biaya Biaya Bangun Rumah 2 Lantai

Selain pondasi, ada perhitungan lain yang perlu kamu lakukan agar perencanaan dananya tepat. Dengan merencanakan semuanya dengan baik, kamu bisa maksimalkan anggaran yang tersedia. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghitung biaya selain dari pondasi.

  1. Buat Rincian Material

Jika pondasi sudah ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah membuat rincian material bangunan rumah 2 lantai. Material seperti sak semen, batu bata, pasir dan material lainnya pasti dibutuhkan. Setelah ditentukan, masukkan rincian material itu ke dalam RAB.

Rencana Anggaran Biaya (RAB) akan mempermudah proses perhitungan dana keluar. Tentu saja biaya bangun rumah 2 lantai jadi lebih terstruktur jika memiliki RAB. Kamu bisa melihat total pengeluaran material dari data yang sudah dicantumkan di RAB.

  1. Cek Harga Material

Untuk menghemat anggaran, kamu bisa cek harga material di pasaran. Gunakan tipe material yang sesuai dengan desain dan struktur bangunan rumah 2 lantaimu. Konsultasikan harga ini dengan arsitek atau mandor untuk mempermudah pencarian bahan material terbaik.

Biasanya kontraktor sudah memahami material terbaik untuk membangun rumah 2 lantai. Di sisi lain, kontraktor juga sudah memiliki tempat membeli materialnya sendiri untuk dapatkan harga terjangkau. Anggaran jadi berkurang jika harga material sesuai dengan kebutuhan.

  1. Gunakan Jasa Kontraktor

Untuk dapat hasil yang optimal, kamu harus menggunakan jasa kontraktor. Dengan adanya kontraktor, biaya bangun rumah 2 lantai kamu bisa diminimalkan. Hal ini dikarenakan semua pekerjaan lapangan, perhitungan biaya RAB dan tukang, sudah ditanggung oleh kontraktor.

Jadi kamu hanya perlu membayar biaya jasanya secara menyeluruh. Biaya bangun rumah jadi lebih hemat dengan bantuan kontraktor. Selama kamu bisa menemukan kontraktor terbaik, anggaran pembangunan rumah bisa jadi lebih murah dari harga normalnya.

Perkiraan Biaya Bangun Rumah 2 Lantai

Agar kamu bisa mempersiapkan anggaran terlebih dahulu, kami ada beberapa contoh rumah 2 lantai beserta biaya materialnya. Berikut ini beberapa perkiraan biaya yang bisa kamu jadikan acuan untuk membangun rumah 2 lantai luas 36 m2 di masa depan nantinya.

  1. Rumah Minimalis Sederhana

Kisaran biaya rumah tingkat 2 lantai 36m2 adalah 160-200 juta standar rumah biasa. Material yang bisa kamu dapatkan di antaranya pondasi batu kali, dinding bata merah, adonan semen 1:7 pasir, bagian atas menggunakan eternit dan atapnya genteng tanah liat.

Lantainya sendiri bisa menggunakan keramik putih ukuran 30×30. Pintu, jendela dan semua interior pelengkap rumah bisa masuk anggaran tersebut. Biaya bangun rumah 2 lantai yang satu ini sangatlah murah sehingga kamu bisa merencanakannya untuk hunian minimalis.

  1. Rumah Minimalis Standar

Selanjutnya ada anggaran yang lebih besar yaitu 200-235 juta untuk kualitas standar. Bahan material yang bisa kamu dapatkan di antaranya pondasi batu kali, dinding bata berkualitas, adonan semen 1:5 pasir, rangka hollow dan gypsum serta gabungan eternit.

Genteng tetap menggunakan tanah liat dengan lantai keramik ukuran besar bermotif. Untuk pelengkapnya, kamu bisa tambahkan kayu pintu, jendela dan kusen. Interior masih bisa kamu tambah kualitasnya agar semakin nyaman untuk dihuni bersama keluarga.

  1. Rumah Minimalis Bagus

Terakhir ada rumah minimalis 2 lantai yang bagus dengan kisaran biaya 235-300 juta. Tentunya biaya bangun rumah 2 lantai ini disesuaikan dengan material yang digunakan. Mulai dari area pondasi, tembok hingga lantai 2, semua bisa menggunakan material terbaik.

Campuran semen lebih kental untuk menjaga kualitas bangunan ke depannya. Rumah 2 lantai ini sudah berkelas premium karena menggunakan material terbaik. Interior di dalamnya juga bisa kamu tambahkan agar dapat dihuni dengan nyaman bersama keluarga.

Mengapa Harus Membangun Rumah 2 Lantai

Tentu saja ada beberapa alasan yang perlu dipertimbangkan saat membuat rumah 2 lantai. Kamu bisa melihatnya dari sisi kenyamanan hingga keamanan penghuni rumah. Berikut ini beberapa hal yang membuat warga kota lebih suka tinggal di rumah dengan 2 lantai.

  1. Menghemat Ruang

Rumah 2 lantai bisa dibangun di lahan kecil, namun ukurannya jadi lebih besar dari rumah 1 lantai. Alasannya karena ruang bawah dan ruang atas bisa dihuni oleh keluarga. Dengan ini, kamu juga bisa menghemat biaya bangun rumah 2 lantai karena dibangun di lahan kecil.

Untuk wilayah kota, rumah 2 lantai memang sangat mendukung perkembangan populasi. Di dalam kawasan ramai penduduk, kamu masih bisa membangun rumah sendiri. Jika kamu pergi ke kota, pasti akan ada banyak rumah 2 lantai yang bersandingan di jalan sempit.

  1. Biaya Terjangkau

Dibandingkan membangun rumah secara menyeluruh dan hanya 1 lantai saja, kamu pastinya lebih memilih untuk mendirikan rumah 2 lantai. Biaya untuk material jauh lebih murah dan sedikit dibanding rumah yang luas. Kamu tidak perlu mempersiapkan anggaran yang banyak.

Biaya bangun rumah 2 lantai di atas sudah membuktikan seberapa murahnya rumah ini. Jika ingin membangunnya di lahan luas, kamu bisa menyisihkan ruang untuk dekorasi lain. Contoh seperti taman, tempat parkir, kolam renang dan dekorasi eksterior rumah lainnya.

  1. Lebih Efisien

Pembangunan rumah 2 lantai pada dasarnya sangat efisien jika dilihat dari sisi luarnya. Kamu hanya perlu membangun fondasi dan menambahkan ekstra lantai di bagian atasnya. Efisiensi ini dapat mengurangi waktu pembangunan sehingga rumah bisa cepat dihuni.

Mungkin kamu juga pernah melihat rumah susun bertingkat dengan kamar yang banyak. Hal itu menjadi bukti efisiensi rumah 2 lantai jika dibangun di suatu lahan. Selain menghemat ruang, tempat tinggal juga nyaman digunakan karena memiliki luas lantai 1 dan 2.

  1. Penampilan Lebih Menarik

Rumah 2 lantai terlihat menarik ketika dibangun dengan baik dan seminimalis mungkin. Jika melihat ide desain rumah lantai 2, pasti kamu dapat temukan keanggunan hunian tersebut. Penampakan rumah 2 lantai sangat mendukung estetika dan keindahan itu sendiri.

Apalagi jika penampilannya dibuat sebagus mungkin dengan anggaran yang tersedia. Pastinya rumahmu bisa terlihat lebih mewah dibandingkan tempat tinggal lainnya. Bahkan dengan biaya bangun rumah 2 lantai yang kecil, kamu bisa ciptakan hunian bernuansa eropa.